Anda tentu ingin memiliki sebuah situs web yang menggunakan nama domain pilihan sendiri, bukan?
Mendaftarkan nama domain sebenarnya tidak terlalu sulit. Yang justru sulit adalah langkah awal menemukan nama domain yang cocok dan nama domain tersebut haruslah belum dimiliki oleh siapapun atau belum terdaftar di internet.
Jika misalnya, suatu saat Anda memutuskan untuk memilih sebuah nama domain dan berniat mendaftarkannya, Anda mencoba untuk mendaftarkan nama domain tersebut selama masa kepemilikan selama minimal 1 tahun. Perlu Anda ketahui, nama domain yang bagus dan unik kemungkinan besar sudah dimiliki orang lain. Jadi bersiap-siaplah untuk kecewa jika nama domain pilihan Anda sudah tidak available.
Langkah-Langkah Membeli Nama Domain
Beberapa hal yang perlu Anda siapkan sebelumnya:
- Ketersediaan dana (siapkan kartu kredit atau kartu debet), cara pembayaran dengan uang kontan sepertinya tidak lazim.
- PC yang sudah tersambung ke internet.
Langkah-langkah:
- Periksalah apakah nama tersebut sudah terdaftar atau belum melalui situs http://domain2hosting.com. Tujuannya agar Anda tahu apakah nama domain tersebut masih bisa didaftarkan atau tidak.
- Jika Anda dapat membayar lewat kartu kredit, kunjungilah situs perusahaan pendaftaran nama domain (disebut juga registrar) ataupun reseller nama domain seperti http://www.domain2hosting.com, http://www.godaddy.com atau http://www.names4ever.com. Atau jika Anda ingin membayar lewat kartu debit, Anda dapat mengunjungi perusahaan pendaftaran nama domain di dalam negeri seperti http://www.webhosting-surabaya.com atau http://domain2hosting.com. Jika Anda ingin mendaftarkan nama domain yang berakhiran dengan ".id" (misalnya www.depkominfo.go.id), anda harus mengunjungi situs www.pandi.or.id. Silahkan Anda kunjungi situs pendaftaran nama domain ".id" tersebut untuk mengetahui lebih jauh persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi sebelum dapat mendaftarkan nama domain yang berakhiran dengan ".id".
- Sekali lagi, halaman situs registrar, periksa ketersediaan nama domain melalui kotak pemeriksaan nama domain.
- Jika nama domain tersebut sudah tidak tersedia, coba masukkan variasi/alternatif nama domain yang lain sebagaimana yang di rekomendasikan oleh perusahaan registrar. Jika nama domain yang Anda cari itu berakhiran .com, coba Anda periksa lagi barangkali variasi nama domain yang berakhiran ".org" atau ".net" masih tersedia dan masih bisa Anda daftarkan. Misal, jika nama domain "jual-makanan.com" sudah terdaftar, barangkali Anda bisa memeriksa "jual-makanan.net".
- Jika Anda telah menemukan nama domain yang cocok dan belum ada orang yang mendaftarkannya, segeralah Anda daftarkan nama domain tersebut.
- Melakukan pembayaran kepada registrar/reseller nama domain tersebut.
Tip-Tip Catatan
Berikut ini beberapa tip dan catatan yang perlu Anda ketahui:
- Coba usahakan agar Anda sudah meyiapkan beberapa alternatif nama domain yang ingin didaftarkan, untuk berjaga-jaga apabila ternyata nama domain pilihan utama Anda sudah tidak tersedia.
- Nama domain yang semakin "tidak biasa" atau "tidak umum" akan memiliki kesempatan tersedia lebih besar.
- Jika nama domain yang Anda inginkan sudah dimiliki orang lain, namun Anda sangat ingin menggunakan nama domain tersebut, Anda dapat menghubungi orang yang telah lebih dulu membeli nama domain tersebut, dengan konsekuensi harus membeli domain tersebut dengan harga yang lebih tinggi dari orang tersebut.
Situs Web Tidak Kunjung Muncul Padahal Nama Domain Sudah Didaftarkan
Perlu Anda ketahui bahwa nama domain tidaklah sama artinya dengan "situs web". Nama domain hanyalah merupakan "tanda pengenal" bagi situs web. Jika ingin situs web Anda muncul di internet, Anda harus mendaftar layanan web hosting terlebih dahulu menggunakan nama domain tersebut (di sini saya menganggap Anda telah selesai mendesain dan membangun halaman-halaman situs web Anda dan saat ini tengah menyimpan salinan file-filenya di komputer Anda, misalnya).
Apabila Anda telah memilih perusahaan web hosting tempat Anda kelak menitipkan situs web, Anda kemudian dapat mengarahkan nama domain pilihan Anda ke situs web tersebut.
Langkah-langkah selanjutnya:
- Perusahaan web hosting akan memberikan informasi nama server DNS milik mereka kepada Anda. Biasanya informasi ini diberikan pada saat account Anda pertama kali dibuat oleh perusahaan web hosting dan informasi ini akan tertera di didalam email yang dikirimkan kepada Anda. (Nama server DNS di atas belum tentu sama dengan yang seharusnya Anda gunakan. Hal ini bergantung pada masing-masing perusahaan web hosting. JIka kurang jelas, tanyakanlah kepada teknisi perusahaan web hosting mengenai informasi server DNS ini).
- Mengakses halaman management domain yang disediakan perusahaan pendaftaran nama domain (registrar) untuk mengubah informasi server DNS untuk domain Anda. Setealah Anda login menggunakan nama user dan password Anda (untuk me-manage nama domain dengan perusahaan registrar, bukan untuk me-manage account web hosting), carilah link yang bunyi nya mirip-mirip dengan "Change DNS/Hosting Info" atau "Manage Nameservers". Kemudian masukkan nama-nama server DNS yang diberikan oleh perusahaan web hosting sesuai dengan urutannya (biasanya kita diminta mengisikan bagian Primary Nameserver dan Secondary Nameserver, tertiary nameserver, dan seterusnya). Isikanlah nama-nama server DNS yang diberikan oleh perusahaan web hosting dalam bagian isian ini (primary nameserver dan secondary nameserver).
- Perubahan sever DNS yang Anda lakukan akan terasa efeknya dalam waktu 24jam hingga 72 jam (1 hingga 3 hari).
Jenis-Jenis Record DNS yang Paling Umum dan Perlu Diketahui (NS, A, MX, CNAME, PTR, TXT)
Anda sudah siap untuk melangkah ke tengah danau pengetahuan mengenai DNS? Jangan takut, saya tidak akan mengajak Anda ketengah-tengah danau. Kita masih berjalan-jalan di tepiannya saja kok...
Baiklah, barangkali Anda bertanya, jika DNS adalah kumpulan data maka seperti apakah data DNS itu? Seperti juga buku data nomor telepon yang menyimpan beragam catatan tentang daftr pelaku bisnis, nomor telepon rumah, dan nomor telepon kantor pemerintah setempat, maka DNS juga menyimpan beberapa tipe data yang berbeda.
Setiap nama domain akan meyimpan data-data DNS dalam bentuk file yang disebut sebagai file "Zona DNS". File Zona DNS ini diletakkan pada server-server DNS yang ditunjuk sebagai server DNS primer dan server DNS sekunder untuk nama domain tersebut. File Zona DNS domain milik Anda umumnya berisi jenis-jenis record berikut ini:
- NS (Name server): Record ini menjelaskan server DNS mana saja yang bertanggung jawab untuk suatu nama domain;
- A (Address): Record ini gunanya untuk memasangkan secara langsung antara domain dengan alamat IP maupun nama subdomain dengan alamat IP.
- MX (Mail Exchanger): Record ini menjelaskan nama server email yang bertangung jawab untuk suatu domain sehingga email yag ditujukan untuk suatu domain akan diarahkan ke server email yang tercatat dalam record MX ini;
- CBANE (Canonical NAmes atau Alias): Untuk menentukan nama domain atau subdomain tertentu sebagai alias dari subdomain lainnya;
- PTR (Pointer): Record yang bertanggung jawab menerjemahkan dari alamat IP ke nama domain atau dari alamat IP ke nama subdomain (kebalikan dari record A). Karena tugas dari record ini adalah mengembalikan alamat IP ke nama domain, atau dari alamat IP ke alamat subdomain, maka record ini sering juga disebut "reserve DNS";
- TXT (Text): Record ini dahulu sangat jarang digunakan namun dewasa ini sangat populer digunakan terutama untuk menerapkan perlindungan SPF (sender Policy Framework) pada suatu nama domain. SPF adalah salah satu cara yang digunakan untuk memerangi pemalsuan pengirim email.
Memeriksa Record DNS Suatu Nama
Barangkali pada suatu saat Anda tengah penasaran dengan sebuah nama domain, dan Anda ingin memeriksa record-record "NS", "A", "MX" dan "CNAME" domain tersebut. Anda dapat memeriksa record-record yang diinginkan dengan bantuan perangkat "DNS Lookup" yang tersedia di situs berikut:
http://www.iptools.com
Keluaran dari perangkat DNS Lookup adalah alamat IP maupun alamat-alamat alias dari record-record DNS domain yang bersangkutan. Anda dapat memeriksa record-record "NS", "A", "CNAME", "TXT" dan lain-lain melalui situs di atas.
Mengelola Record DNS
Misalkan, karena suatu alasan tertentu maka saya ingin mengubah alamat IP untuk domain "jual-makanan.com" yang sebelumnya menunjuk ke alamat IP 202.157.142.198, menjadi alamat IP 65.223.17.76. Hal ini dapat dilakukan dengan beberapa cara tergantung dari server DNS mana yang saat ini dapat dilakukan dengan beberapa cara tergantung dari server DNS tempat zona domain jual-makanan.com disimpan.
Jika pada mulanya Anda membeli nama domain melalui perusahaan web hosting, kemungkinan komputer server DNS untuk domain Anda adalah milik perusahaan web hosting, dan Anda dapat menggunakan fasilitas control panel yang disediakan oleh perusahaan web hosting (biasanya dikenal dengan nama populer Sitemanager, cPanel, atau Plesk) untuk mengubah record DNS tanpa bantuan siapapun.
Kadang-kadang perusahaan "registrar" (penjual/reseller namadomain) juga menyediakan layanan server DNS untuk nama domain yang dibeli dari mereka. Anda bisa meminta bantuan kepada pihak registrar untuk mengubah atau menambah record DNS domain Anda jika server DNS ternyata disediakan oleh registrar.
Sebagai contoh kasus, saya mengutip isi file Zona DNS domain "jual-makanan.com" yang berisi record DNS untuk domain tersebut. Saya memiliki akses langsung ke file Zona DNS tersebut, yang isinya terlihat sebagai berikut:
Dari baris-baris diatas, dapat diketahui bahwa nama domain "jual-makanan.com" dipetakan langsung ke alamat IP 202.157.142.198 menggunakan record jenis "A". Lalu dengan memperhatikan bagian record "NS", kita mengetahui bahwa pada saat ini "jual-makanan.com" menggunakan empat server DNS yakni "ns1.afraid.org", "ns2.afraid.org", dan "ns4.afraid.org". Dengan kata lain, file Zona DNS jual-makanan.com pada saat ini berada di keempat server DNS tersebut.
Dari bagian record "MX", kita mengetahui bahwa semua pengiriman email yang ditujukan untuk domain "jualj-makanan.com" akan diarahkan ke server email bernama "mx1.clients.netdns.net". Adapun server "mx2.clients.netdns.net" merupakan server alternatif jika "mx1.clients.netdns.net" suatu ketika mengalami masalah.
|